Logistik adalah istilah yang sering berkaitan dengan perusahaan. Logistik berperan penting dalam keberlangsungan aktivitas suatu perusahaan karena berpengaruh pada pergerakan barang dan material.
Salah satu contoh penerapan logistik ialah kegiatan pengiriman barang dari satu lokasi ke lokasi lain. Pengiriman, pengangkutan, dan penyimpanan barang berkaitan erat dengan logistik.
Lantas, apa sebenarnya pengertian logistik? Apa saja kegiatan logistik dan contoh barang logistik? Mari simak pemaparan berikut.
Apa yang dimaksud dengan Logistik?

Logistik adalah serangkaian proses penyaluran, penyimpanan, pemeliharaan, dan penghapusan barang atau material serta informasi tertentu.
Aktivitas logistik dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang dan dilakukannya pengiriman tepat waktu ke lokasi tujuan.
Dilansir dari Myrobin.id, Burg dalam Lysons berpendapat bahwa logistik adalah integrasi aktivitas pengadaan, transportasi, manajemen persediaan, serta pergudangan untuk menyediakan alat atau metode hemat biaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara internal dan eksternal.
Dari sisi sejarah, logistik adalah istilah yang digunakan dalam militer. Logistik berkaitan dengan upaya pemenuhan ketersediaan suplai material, personil, dan fasilitas yang berperan penting dalam peperangan.
Baca juga:
- 17 Hasil Pertanian dan Perkebunan di Indonesia, Teh Telah di Ekspor ke 62 Negara
- Kenali 10 Alat Berat Tambang Batubara Agar Mudah Melakukan Mobilisasi Pada Proyek
Kegiatan Logistik Apa Saja?
Terdapat lima komponen penting yang termasuk dalam kegiatan logistik, yaitu:
1. Penyediaan Fasilitas Logistik
Lokasi fasilitas logistik penting untuk memetakan tujuan pengangkutan dan pengiriman barang. Jaringan fasilitas logistik termasuk komponen yang penting yang harus dimiliki perusahaan. Fasilitas ini meliputi gudang dan tempat penyimpanan.
Pengaturan fasilitas logistik yang strategis dan terstruktur akan meningkatkan efisiensi serta memberikan keuntungan bagi perusahaan.
2. Transportasi
Sarana untuk mengangkut barang dari satu lokasi ke lokasi lain disebut sebagai transportasi. Ini termasuk dalam komponen utama yang perlu diperhatikan dalam logistik perusahaan.
Untuk pengadaan transportasi, perusahaan dapat menyediakan dengan membeli atau menyewa. Opsi lainnya ialah dengan bekerjasama dengan layanan transportasi untuk menggunakan jasa pengangkutan.
3. Manajemen Persediaan
Sistem logistik berperan yang mengatur tingkat persediaan disebut manajemen persediaan. Mencakup pengelolaan dan pengaturan pengadaan dan penyimpanan persediaan hingga waktunya digunakan nanti.
4. Komunikasi
Aktivitas berbagi informasi dalam kegiatan logistik disebut komunikasi. Ini sangat penting untuk menjamin kelancaran logistik perusahaan.
Dampak komunikasi yang buruk dapat berakibat sangat merugikan, mulai dari kekurangan persediaan barang, ketidaksesuaian persediaan, hingga mempengaruhi kestabilan sistem.
5. Penyimpanan
Aspek operasional, meliputi pengepakan, pemindahan, dan pengemasan dimasukkan dalam aktifitas penyimpanan. Ini berperan penting dalam logistik perusahaan karena termasuk faktor yang dipertimbangkan dalam merancang alur pengiriman.
Jenis Transportasi Logistik
Transportasi logistik berperan penting dalam distribusi barang dan pemenuhan persediaan. Sehingga tersedia berbagai jenis transportasi logistik yang dapat disesuaikan dengan jenis barang, lokasi, dan waktu pengiriman.
Pemilihan jenis transportasi logistik yang tepat dapat memudahkan proses pengiriman barang logistik. Transportasi yang tepat juga akan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
Berikut jenis transportasi logistik yang umum digunakan:
1. Transportasi Logistik melalui Darat dengan Jalan Raya
Jenis transportasi logistik yang paling umum digunakan ialah melalui jalan raya, biasanya menggunakan kendaraan seperti mobil van, truk, maupun container.
Transportasi darat melalui jalan raya merupakan opsi dengan biaya yang terjangkau sehingga banyak dipilih oleh masyarakat maupun perusahaan. Namun, transportasi jenis ini berisiko mengalami keterlambatan pengiriman sebab sering kali terjadi kemacetan di jalan raya.
2. Transportasi Logistik dengan Kereta Api
Transportasi logistik selanjutnya dilakukan menggunakan kereta api. Karena kereta berjalan pada rel, risiko terjadinya keterlambatan akibat kemacetan jauh lebih kecil dibandingkan pengiriman melalui jalan raya.
Selain itu, transportasi menggunakan kereta api juga memiliki risiko kecelakaan yang lebih kecil. Kelebihan lain dari opsi ini ialah dari segi harga yang cukup terjangkau sehingga banyak yang memilih jenis transportasi ini untuk pengiriman logistik.
Transportasi logistik dengan kereta api memiliki kekurangan yaitu dibutuhkannya metode transportasi lain untuk membawa barang ke stasiun kereta api serta ke lokasi tujuan.
3. Transportasi Logistik melalui Jalur Laut

Transportasi logistik melalui jalur laut banyak digunakan untuk pengiriman barang domestik antar pulau, hingga pengiriman ke luar negeri untuk ekspor impor. Umumnya, transportasi melalui laut dilakukan menggunakan kapal.
Transportasi melalui laut dapat memuat barang dalam jumlah banyak sehingga sering digunakan dalam pengiriman skala besar. Dari segi harga, transportasi laut masih tergolong terjangkau.
Kekurangan dari jenis transportasi ini yaitu rawan terjadi kecelakaan akibat cuaca buruk dan tidak menentu di laut. Selain itu, transportasi logistik melalui laut berisiko mengalami pembajakan.
4. Transportasi Logistik melalui Jalur Udara
Transportasi melalui jalur udara dilakukan menggunakan pesawat. Jenis transportasi ini biasanya dipilih jika barang logistik perlu sampai di tujuan dengan cepat.
Proses pengiriman menggunakan jalur udara memakan waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan transportasi melalui darat maupun laut. Namun, jenis transportasi ini memerlukan biaya yang lebih mahal. Sehingga penggunaannya lebih sesuai untuk pengiriman barang dengan nilai tinggi ke lokasi yang jauh.
5. Transportasi Logistik dengan Pipeline
Transportasi logistik dengan pipeline merupakan jenis transportasi yang khusus dirancang untuk pengiriman barang berbentuk cair dan gas. Contoh barang yang dapat dikirimkan menggunakan pipeline ialah gas alam dan minyak mentah.
Seperti namanya, proses pengiriman dilakukan menggunakan pipa. Untuk menggunakan transportasi yang satu ini diperlukan pembangunan infrastruktur yang menghabiskan biaya cukup besar.
Keunggulan transportasi ini terletak pada efisiensi pengiriman yang dapat dioptimalkan hingga 90% dari kapasitas pipa.
Baca juga:
- Jasa Pengiriman Alat Berat dari Surabaya, Semarang, Jakarta ke Makassar dan Sebaliknya
- Jasa Pengiriman LaTolla Lintas Indonesia, dari Mobilisasi Alat Berat sampai Pengiriman Material Proyek
Contoh Barang Logistik
Kegiatan pengiriman dan pengadaan barang dalam sistem logistik mencakup berbagai macam. Berikut contohnya.
1. Makanan dan Minuman

Baik bahan baku maupun produk jadi berupa makanan dan minuman termasuk barang logistik yang dapat dikirimkan melalui jasa ekspedisi. Pendistribusian barang ini perlu memperhatikan terjaganya kebersihan dan kesegaran.
2. Kosmetik
Jasa pengiriman logistik juga melayani pengiriman produk kosmetik, baik untuk keperluan distribusi maupun penjualan.
3. Elektronik
Produk elektronik dapat meliputi berbagai peralatan rumah seperti ricecooker dan kulkas, hingga handphone dan laptop. Produk jenis ini juga dapat dikirimkan melalui jasa pengiriman barang logistik.
4. Farmasi
Produk farmasi dapat meliputi bahan, obat, dan alat-alat kesehatan. Pengiriman produk farmasi perlu dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.
5. Apparel
Produk apparel meliputi kebutuhan sandang atau pakaian. Pengiriman logistik yang baik sangat penting bagi industri pakaian.
6. Otomotif
Produk otomotif dapat meliputi spare part hingga produk jadi seperti kendaraan beroda dua dan mobil.
Baca juga:
- Mengenal Truk Pengiriman, 1 Kontainer Berapa Ton Beras?
- Merencanakan Pengiriman Produk, 1 Kontainer Berapa Ton Kopra?
Penutup
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian logistik dan contoh barang logistik. Sistem logistik meliputi berbagai kegiatan penyaluran, penyimpanan, dan pemeliharaan untuk pengadaan barang.
Logistik bertujuan untuk menjaga ketersediaan barang dan memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan. Sebagai bagian dari kegiatan logistik, transportasi juga berperan penting untuk distribusi dan pengiriman barang.
Untuk membantu transportasi logistik, biasanya digunakan jasa layanan pengiriman. Perusahaan yang bekerjasama dengan jasa pengiriman akan memperoleh kemudahan dalam distribusi barang tanpa perlu mengadakan kendaraan sendiri.
Layanan Pengiriman Logistik oleh La Tolla
Jasa pengiriman menawarkan kemudahan dalam pendistribusian barang, sekaligus dapat meningkatkan efisiensi kerja perusahaan. Menjalin kerjasama dengan jasa pengiriman yang terpercaya memungkinkan Anda untuk memperoleh manfaat optimal.
Layanan Pengiriman Logistik La Tolla menyediakan pelayanan terbaik untuk pengiriman barang logistik dengan jalur darat dan laut. Untuk menggunakan jasa pengiriman logistik La Tolla, Anda dapat menghubungi 085394596425 (WA).
