Kemajuan dalam teknologi berpengaruh pada makin meningkatnya kebutuhan pengiriman barang. Untuk mengirimkan barang dalam jumlah besar, diperlukan penggunaan peti kemas atau kontainer.
Bagi yang belum terbiasa, melakukan pengiriman dengan kontainer dapat menyebabkan kebingungan tersendiri. Pasalnya, terdapat berbagai jenis dan ukuran kontainer yang berbeda.
Untuk memilih sesuai kebutuhan, Anda perlu mempertimbangkan jumlah dan besar barang yang hendak dikirimkan serta kapasitas kontainer. Maka muncul pertanyaan, seperti kapasitas kontainet 40 feet berapa ton?
Sebelum bingung mengenai kapasitas muatan, ada baiknya mengenal kontainer terlebih dahulu. Simak pemaparan berikut.
Apa itu Kontainer?

Kontainer atau peti kemas merupakan media pengangkut barang yang biasa digunakan untuk pengiriman dalam jumlah besar. Kontainer dapat dikirimkan melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Umumnya, pengiriman menggunakan kontainer dilakukan melalui jalur darat dengan truk. Kemudian jika dikirim keluar kota, akan dilanjutkan menggunakan kapal.
Jenis-jenis Kontainer
Terdapat beberapa jenis kontainer berdasarkan ukuran serta berdasarkan struktur dan fungsinya. Berikut penjelasannya:
Jenis Kontainer Berdasarkan Ukuran
1. Kontainer 20 Feet
Kontainer ini termasuk tipe kecil yang sering digunakan untuk pengiriman melalui jalur darat dan laut. Memiliki ukuran panjang 20 feet, lebar 8 feet, dan tinggi 8,6 feet.
Kontainer 20 feet memiliki volume sebesar 33 CBM. Sementara kapasitas muatan yang dapat diangkut sebesar 22,1 ton. Kontainer ini dapat digunakan untuk pengangkutan dengan sistem FTL dan LTL.
2. Kontainer 40 Feet

Kontainer 40 feet memiliki panjang dua kali lipat dari kontainer 20 feet. Ukuran kontainer ini yaitu: panjang 40 feet, lebar 8 feet, dan tinggi, 8,6 feet.
Kontainer ini dapat mengangkut barang hingga dimensi 67,3 CBM. Sementara kapasitas muatannya sekitar 26,9 ton hingga 27,3 ton.
Dari segi tarif sewa, kontainer 40 feet bisa dibilang lebih hemat dibandingkan dengan kontainer 20 feet. Sebab dengan ukuran dua kali lebih panjang, kenaikan tarifnya relatif rendah (sekitar 10% saja).
Baca juga:
- Berapa Harga Sewa Container 40 Feet dari Semarang ke Makassar?
- Berapa Berat Muatan Container 40 Feet?
Jenis Kontainer Berdasarkan Struktur dan Fungsinya
1. General Purpose Container

Sering disebut juga sebagai dry container, merupakan jenis yang paling banyak digunakan. Kontainer serbaguna ini memiliki unit yang kuat dan tahan lama.
Kontainer ini memiliki 1 pintu dan tersedia dalam beberapa ukuran, yaitu 10 feet, 20 feet, dan 40 feet. Terbuat dari baja corten dengan mengikuti standar ISO, serta dilengkapi plat CSC. Membuat kontainer dry memiliki kelebihan seperti tahan cauca, tahan gempa, dan anti hama.
2. Tunnel Container
Kontainer ini disebut juga sebagai container double door. Sekilas tampak mirip dengan general purpose container, tapi memiliki pintu pada kedua sisinya. Akses kedua pintu ini memungkinkan proses pemuatan yang lebih cepat.
3. Open Side Container
Kontainer jenis open side memiliki pintu pada bagian samping yang ditujukan untuk mempermudah proses pemuatan atau penurunan kargo. Pintu samping memberikan akses lebih luas sehingga pemindahan kargo dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.
4. Pallet Wide Container
Kontainer pallet wide dicirikan dengan lebar yang lebih dibandingkan ukuran kontainer biasa. Kontainer ini ditujukan untuk memuat palet euro berukuran besar. Biasanya pengiriman dengan kontainer pallet wide akan memerlukan biaya lebih.
5. Kontainer High Cube
Kontainer High Cube (HC) memiliki ukuran lebih besar daripada kontainer biasa. Ditujukan untuk penyimpanan dan pengiriman kargo dengan volume besar.
Kontainer HC terbuat dari baja corten berkualitas sehingga memiliki struktur kuat dan tahan lama. Kontainer jenis ini tersedia dalam beberapa ukuran, yaitu 20 feet, 40 feet, dan 45 feet.
6. Kontainer Bulker
Kontainer bulker dirancang untuk menyimpan dan mengirim produk curah kering seperti hasil pertanian dan bahan baku untuk industri. Contohnya digunakan untuk pengiriman hasil pertanian, seperti beras dan kopra.
7. Kontainer Reefer
Disebut juga sebagai refrigerated container, merupakan jenis kontainer yang dilengkapi fitur pendingin. Kelebihan utama kontainer ini ialah dapat mengangkut produk dingin atau beku untuk pengiriman jarak jauh.
Berkat fitur pengaturan suhunya, kontainer ini dapat menjaga barang yang disimpan untuk tetap fresh dan mencegah kerusakan. Kontainer reefer banyak digunakan untuk pengiriman bahan pangan dan bahan kimia atau medis.
8. Kontainer Open Top
Ciri utama kontainer open top ialah penutup pada bagian atas yang dapat dibuka dan dilepas. Kontainer open top ada yang berukuran 20 feet dan 40 feet.
Bagian atas yang terbuka ditujukan untuk mempermudah proses pemuatan. Selain itu, bisa juga dimanfaatkan untuk mengangkut kargo yang memiliki tinggi melebihi kontainer.
9. Kontainer ISO Tank
Kontainer ISO tank dibuat dari stainless steel dan dilengkapi dengan sejumlah lapisan pelindung. Fitur pada kontainer ini dibuat sesuai standar internasional untuk menjamin keamanan penggunaan.
10. Kontainer Heated/Hot Storage
Kelebihan utama kontainer heated storage ialah kemampuan menjaga suhu di bagian dalam tetap hangat. Kontainer ini dilengkapi dengan pengatur suhu yang dapat diubah sesuai kebutuhan.
Baca juga:
- Mengenal Transportasi Multimoda Agar Lebih Mengetahui Efisiensi Biaya Logistik di Indonesia
- Kenali 16 Peralatan Material Handling Yang Banyak Digunakan di Industri
Sistem Pengiriman Kontainer
1. Pengiriman LTL
LTL (Less Than Truckload) adalah jenis layanan pengiriman barang di mana satu kontainer digunakan untuk banyak pelanggan sekaligus. Sehingga dalam sistem ini berbagai muatan dimasukkan dalam kontainer yang sama.
Pengiriman LTL memiliki kelebihan, memungkinkan pengiriman untuk banyak tujuan sekaligus serta harga lebih murah. Kekurangannya terletak pada risiko kerusakan barang lebih besar, dan waktu lebih lama untuk sampai di tujuan.
2. Pengiriman FTL
FTL (Full Truckload) digunakan ketika satu klien mengirimkan barang dalam jumlah cukup banyak untuk memenuhi satu truk penuh. Dalam sistem ini, kontainer disewakan khusus untuk diisi oleh satu barang muatan.
Sistem FTL biasanya digunakan untuk keperluan bisnis. Pengiriman FTL memiliki kelebihan dari segi keamanan dan lebih cepat sampai.
Selain itu, barang juga akan lebih mudah untuk dipantau. Namun, pengiriman FTL mematok harga lebih mahal dibandingkan LTL.
Penutup
Demikianlah pengenalan mengenai kontainer dan jenis-jenisnya. Pengiriman dalam skala besar menggunakan kontainer memang memerlukan pertimbangan lebih banyak dibandingkan pengiriman paket biasa.
Untuk menghitung biaya yang diperlukan, dapat dilihat dari banyak muatan barang yang hendak dikirimkan. Jadi, setelah mengetahui mengenai jenis-jenis kontainer, bagaimana jawaban pertanyaan di awal tadi?
Kapasitas kontainer 40 feet berapa ton?
Kapasitas kontainer 40 feet berapa ton? Jawabannya: 26,9 ton hingga 27,3 ton.
Namun, angka ini hanyalah perkiraan sebab berat barang yang dimuat dapat bervariasi. Terkadang muatan memiliki bobot ringan namun volumenya besar, sehingga sudah memenuhi kontainer sebelum mencapai batas kapasitas.
Solusi mudah menghindari pertanyaan berapa kapasitas kontainer 40 feet berapa ton adalah dengan menggunakan jasa pengiriman yang dapat diandalkan.
Baca juga:
- Merencanakan Pengiriman Produk, 1 Kontainer Berapa Ton Kopra?
- Mengenal Truk Pengiriman, 1 Kontainer Berapa Ton Beras?
Jasa Pengiriman Kontainer 40 Feet LaTolla Lintas Indonesia
Masih bingung dengan perhitungan dan pemilihan kontainer? Tidak perlu khawatir. Sekarang ada Jasa Pengiriman Kontainer 40 Feet La Tolla Lintas Indonesia yang siap untuk membantu pengiriman sesuai kebutuhan Anda.
LaTolla Lintas Indonesia memberikan pelayanan terbaik, menyediakan kontainer dengan pengiriman aman. Untuk menggunakan jasa pengiriman kontainer terbaik, hubungi Whatsapp: 085394596425.








